Example floating
Example floating
Example 728x250
Fashion

DAD Sanggau menjadi Tempat Kaji Tiru DAD Murung Raya Kalteng

Sanggaupost
96
×

DAD Sanggau menjadi Tempat Kaji Tiru DAD Murung Raya Kalteng

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sanggaupost.com

Rombongan DAD dan Damang Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah datang ke Sanggau ,pada Rabu 22 Mei 2024. 

Example 300x600

Rombongan DAD dan Damang Murung Raya Provinsi Kalimantan di sambut Rumah Betang Raya, Dori’ Mpulor Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. 

Kunjungan tersebut disambut baik Pengurus Dewan Adat Dayak Kabupaten Sanggau, kegiatan tersebut bahwa DAD Murung Raya

Kata Urbanus terkait situasi dan kondisi Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor merupakan aset Pemerintah daerah Kabupaten Sanggau yang diserahkan kepada DAD untuk dikelola.

“Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor ini merupakan milik 15 DAD Kecamatan termasuk DAD Kabupaten Sanggau, yang diserahkan penuh oleh Pemda kepada DAD untuk dikelola,” ujar Urbanus.

Urbanus juga mengatakan bahwa Rumah betang di 15 Kecamatan yang kurang lebih menggambarkan Sub Suku yang ada di Wilayah masing-masing. 

“Kita juga memiliki jajaran pengurus baik itu DAD Kabupaten Sanggau sampai ke pengurus DAD disetiap Kecamatan di bawah itu ada tingkatan yang disebut hakim adat yang tertingginya dipegang oleh Temenggung dan dibawah temenggung ada yang disebut kepala adat” ungkap Urbanus. 

Lanjutnya “Jadi apabila kami memproses  hukum adat, Kami sebagai DAD hanya mengkoordinir, karena hukum adat kami serahkan penuh kepada hakim adat, dari tingkat adat” Lanjutnya.

Urbanus menambahkan ketua adat sampai pada temenggung, kecuali temenggung ini tidak mampu memutuskan, sehingga naik ke DAD Kecamatan sehingga DAD Kecamatan memanggil temenggung yang tidak bisa memutuskan dan ini jarang sekali terjadi.

Sementara itu Ketua DAD Murung Raya, Dr. Drs. Perdie M. Yosep, MA. Mengapresiasi apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas sambutan hangat penuh dengan nilai-nilai persaudaraan kekeluargaan terutama kita orang dayak.

“Saya sebagai ketua Umum DAD Murung Raya, maksud dan tujuan kami datang ke DAD Kabupaten Sanggau adalah dalam rangka kaji tiru tentang kedamangan atau ketemenggungan dan pengurus DAD yang ada di Sanggau berkenaan dengan hukum-hukum adat dayak yang berlaku di sini,” Pungkasnya.

Lebih lanjut dikatakan” memang kita penerapannya berbeda-beda, alasan tertentu, kearifan lokal dan pengaruh-pengaruh positif lainnya di lingkungan adat yang bersangkutan. 

“produk hukum adat kita ini sebagai suku dayak ada kepastian ada kejelasan tidak bertentangan dengan peraturan pemerintah yang lebih tinggi tentang hukum positif dan menjamin rasa keadilan bagi masyarakat adat dayak kita” pungkasnya.

Diakuinya bahwa hukum adat dayak di Murung Raya ini sudah cukup lama tidak di update, tidak direvisi, kurang lebih lima puluh tujuh tahun.

“jadi jaman now, kekinian inilah perlu disesuaikan dengan tidak mengurangi esensi daripada hukum adat dayak itu sendiri.”tuturnya lebih lanjut 

“Murung raya ini ada suku Dayak Siang, Dayak Bakumpai, Dayak Danum, dayak Kareho, Dayak Punan, dan itu bahasanya berbeda-beda. Nah inilah kekayaan kita jangan sampai punah karena arus perkembangan zaman,” Jelasnya. (Teodardus). 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *